Ternyata Rahasia Sukses Berkarier Dengan Birrul Walidain

Ternyata Rahasia Sukses Berkarier Dengan Birrul Walidain
Ternyata Rahasia Sukses Berkarier Dengan Birrul Walidain

Berkumpul bersama anak dan cucu di masa tua merupakan momen yang paling diinginkan setiap orangtua. Tapi hanya segelintir orang-orang yang bisa mendapatkannya. Desakan ekonomi lah yang sering menjadi pemicunya.
Dapat kita lihat saat ini, orang-orang yang sudah lansia masih membanting tulang untuk keluarganya.
Seperti kisah pilu berikut ini. Di mana seorang pria yang sudah sangat tua dan bahkan sudah seharusnya beristirahat di rumah, masih bekerja untuk menghidupi keluarganya dengan cara berjualan keripik singkong.
Meski terdengar tidak berat, tapi begitu kamu mendengar berapa jarak yang ditempuh kakek tua ini mungkin akan menintikkan air mata.
Kisah kakek tua ini menjadi viral di media sosial setelah diposting oleh pemilik akun Facebook Sucahyo Aja pada Selasa, 6 Desember 2016. Selain memposting foto dan kisah si kakek, si pemilik akun juga memposting video yang di mana saat ini telah disaksikan lebih dari 21.000.

Dilansir TribunnewsBogor.com, kakek yang tidak diketahui namanya itu setiap hari harus menempuh perjalanan hingga 70 kilometer. Ia berjualan dari Malangbong Garut ke Bandung.
Bisa dibayangkan betapa lelahnya sang kakek sampai bisa menuju ke Bandung dengan cara berjalan kaki. Apalagi beban yang ia harus bawa cukup berat. Belum lagi harus memegang tongkat kayunya.
Sedangkan naik transportasi umum seperti bus saja, membutuhkan waktu 2-3 jam.
Padahal pendapatan yang ia dapat tidak sebanding dengan keringat lelahnya. Menurut Sucahyo, harga yang ditaksir untuk per satu keripik singkong itu adalah sekitar 3 sampai 5 ribu Rupiah.
Menyedihkannya lagi, si kakek terkadang harus terpaksa menginap di masjid atau emperan toko jika dagangan tersebut belum habis terjual. Ia tidak akan pulang sebelum jualannya habis.
Doa demi doa yang diucapkan para netizen pun mengalir untuk kakek ini. Banyak dari mereka yang salut akan semangat sang kakek.
“Ya Allah tersentuh hati melht nya…bantu doa semoga Kakek ini di beri kn pnjg u mur dan di murahkn rejeky nya amin” kata Sri Yanish.
“Aminnn semoga di lancarkan rejeki.y dan selalu sehat truss…” timpal Anto Medang.
Baca juga : Inilah Makan Malam Terakhir Bersama Ibu, Sungguh Sangat Mengharukan. Ribuan Orang Menangis Membaca Kisah Ini


Kisah diatas kiranya bisa menginspirasi kita untuk bisa berbuat baik kepada kedua orang tua. Karena sesungguhnya sukses berkarier bisa diawali dengan Birrul Walidain Yuk....lanjut membaca tulisan dibawah ini

Seorang manusia tidak lahir, tumbuh, dan berkembang sendirian. Banyak pihak yang membantunya, utamanya keluarga. Namun, seberapa besarkah peran keluarga, dalam hal ini orang tua, terhadap karier seseorang? 

Seorang peneliti dan penulis tentang keluarga, Bettina A Lankard, menulis sebuah artikel untuk ERIC Digest No 164 yang berjudul "Family Role in Career Development". Menurutnya, pengaruh keluarga merupakan kekuatan penting dalam mempersiapkan remaja (seseorang) menjalankan peran mereka sebagai pekerja.

Kaum muda membentuk banyak sikap mereka tentang pekerjaan dan karier sebagai hasil dari interaksi dengan keluarga. Latar belakang keluarga memberikan dasar perencanaan karier mereka dan pengambilan keputusan berkembang. Namun, dalam setiap keluarga, tingkat keterlibatan dapat bervariasi, menawarkan pengaruh positif dan negatif.  

Beberapa hal dari keluarga yang memengaruhi karier seseorang adalah pegaruh latar belakang keluarga, pengaruh proses keluarga, etnis minoritas orang tua, efek negatif dari pengaruh parental, dan impilkasi dari praktik. Pada bab ini, dibahas dua saja, yaitu pengaruh latar belakang keluarga dan pengaruh proses keluarga.

Menurut Bettina A Lankard, faktor-faktor latar belakang keluarga ditemukan terkait dengan pengembangan karier meliputi status sosial ekonomi orang tua, tingkat pendidikan mereka, dan faktor-faktor biogenetis, seperti ukuran fisik, gender, kemampuan, dan temperamen (Penick dan Jepsen 1992, h. 208). 

Dari penjelasan ilmiah dan merupakan hasil riset yang dipaparkan oleh Bettina A Lankard, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam kesuksesan karier seseorang. Dengan kata lain, jika ada seseorang yang kariernya terseok-seok bahkan terhenti, belum berhasil dalam usaha dan pekerjaannya, bisa jadi disebabkan oleh orang tuanya yang tidak maksimal berperan untuknya. 

Atau juga karena hubungannya dengan orang tuanya tidak terjalin dengan baik. Orang tuanya tidak mendoakan kesuksesan untuk usahanya, pekerjaan, dan kariernya, malah mendoakan keburukan untuknya. Na`udzubillah mindzalik.
    
Dalam Islam, berbuat baik kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Pengertian birrul walidain adalah ihsan atau berbuat baik dan bakti kepada orang tua dengan memenuhi hak-hak kedua orang tua serta menaati perintah keduanya selama tidak melanggar syariat.  

Hukum birrul walidain adalah wajib. Lawan katanya, yaitu aqqul walidaini, yaitu durhaka kepada orang tua dengan melakukan apa yang menyakiti keduanya dengan berbuat jahat, baik melalui perkataan maupun perbuatan serta meninggalkan kebaikan kepada keduanya.

Kisah dari hadis Rasulullah SAW ini memperkuat tentang pentingnya berbuat baik kepada orang tua. Rasulullah SAW menceritakan sebuah kisah nyata mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua, kemudian berdoa kepada Allah SWT dengan menyebutkan amal saleh yang mereka lakukan agar Allah SWT berkenan menolong mereka dari gua yang tertutup batu-batu. 

Salah satu orang dari mereka menyebutkan, "Aku memiliki orang tua yang telah berusia lanjut, dan aku selalu mendahulukan kepentingan mereka dibandingkan keluarga dan hartaku. Aku biasanya membawakan minuman (susu) bagi mereka dan tidak membiarkan siapa pun meminumnya kecuali setelah mereka minum. Apabila ini merupakan amal saleh yang mengharap ridha-Mu, keluarkanlah kami dari gua ini." Pada akhir cerita, setelah setiap orang menceritakan amal salehnya. Akhirnya pintu gua yang tertutup bebatuan tersebut akhirnya terbuka dan mereka keluar dengan selamat.

Jika kita masih memiliki orang tua, mari temui mereka. Mintai maaf mereka atas kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja yang kita lakukan kepada mereka. Jika mereka telah tiada, kirimkan doa untuk mereka, bila perlu setiap setelah shalat wajib. Selain itu, minta ampunlah kepada Allah SWT dengan penuh penyesalan atas kesalahan yang kita perbuat kepada kedua orang tua kita. Semoga dengan melakukan ini, karier kita semakin sukses, pintu rezeki terbuka lebar-lebar, seperti terbukanya pintu gua yang tertera di hadis tentang tiga orang yang terjebak di dalam gua di atas. Amin ya Rabbal`alamin. 

Baca juga : Ketika Air Mata Rasulullah SAW Mengalir. Anda Muslim? Harus Tau Kisah Ini